Sekitar tahun 1722, ahli kimia Swedia, Carl Scheele (1742-1786)
menemukan oksigen dalam udara. Pada tahun 1781, kimiawan Inggris Joseph
Priestley (1733-104) menunjukkan bahwa air terbentuk kalau hidrogen
terbakar di udara. kemudian, Cavendish membuat air dengan membakar
hidrogen dalm oksigen. Semua hasl percobaan ini dikumpilkan selama 15
tahun, walaupun blum ada yang dapat memahami sepenuhnya hal itu.
Perkembangan Ilmu Kimia
Wednesday, May 23, 20120 komentar
Pada tahun 1766, ilmuwan Inggris, Hendry Cavendish menemukan cara
membuat gas hidrogen dengan menuangkan asam pada logam, seperti seng
atau besi. Dia menyebut ges tersebut 'udara yang mudah terbakar' kerana
dia menemukan bahwa percikan api korek aapi mudah membakarnya.
Kemudian di tahun 1783, Kimiawan Prancis, Antoine-laurent Lavoisier
mengulang eksperimen Cavendish dan menggunakan gagasan tentang unsur
untuk menjelaskan hasil-hasil percobaan yang ada. Lavoiser mengatakan
bahwa hidrogen dan oksigen adalah unsur-unsur dan air adalah senyawa
dari keduanya. Dia juga mengatakan bahwa logam adalah unsur, sedangkan
asam adalah senyawa yang mengandung hidrogen. Jika asam dan logam
bercampur, maka logam menggantikan tempat hidrogen yang terlepas dalam
bentuk gas. gagasan lavoisier, bahwa unsur-unsur dapat memisahkan diri
dan dapat bergabung lagi satu sama lain daalm kombinasi berbeda, adalah
salah satu dasar ilmu kimia modern.
Label:
Fakta,
Pengetahuan

Post a Comment