Anggaran
untuk dua kegiatan seremonial itu mencapai Rp 1,2 miliar. Demikian
disampaikan Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky
Khadafi, dalam keterangan persnya, Rabu (15/8/2012).
Uchok
menjelaskan, kegiatan Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka pidato
kenegaraan Presiden RI tentang penyampaian RAPBN 2012 sebesar Rp
699.050.000. Sementara itu, kegiatan Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka
pidato kenegaraan Presiden RI menyambut HUT ke-67 RI sebesar Rp
583.970.000.
"Jadi, hanya untuk mendengarkan
pidato Presiden saja dalam satu hari, DPR harus mengeluarkan anggaran
sebesar Rp 1.283.020.000," ujar Uchok.
Uchok
mengatakan, hal ini membuktikan rapat-rapat yang akan dihadiri oleh
Presiden SBY mendapat alokasi anggaran yang lumayan besar. Rupanya,
penyataan-pernyataan Presiden selama ini tentang penghematan anggaran
keuangan negara hanya untuk menutupi perilakunya saja. "Bahwa dia
(Presiden SBY) bukan orang yang ingin berhemat," ungkapnya.
"Bila
dibandingkan tahun 2011, maka terjadi kenaikan sebesar Rp 287.570.000
untuk tujuan penggunaan anggaran yang sama. Untuk 2011, anggaran yang
dikeluarkan hanya untuk mendengarkan pidato Presiden dalam satu hari
saja, DPR harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 995.450.000," ucapnya.
Sebelumnya,
FITRA juga melansir anggaran pengecatan dan mempersolek gedung DPR
dalam rangka menyambut pidato kenegaraan Presiden SBY di kedua kegiatan
itu menelan anggaran Rp 728 juta.
Sementara
itu, uang rakyat yang harus dianggarkan untuk perayaan HUT RI yang akan
diselenggarakan oleh Istana Kepresidenan SBY pada 17 Agustus 2012 ini
mencapai Rp 7,8 miliar.

Post a Comment